Tentang si Empunya Blog

Think Smart to live well

22 November 2009

YOGA, Baik untuk Jantung

Siapa yang tidak mau memiliki jantung yang sehat??? Nah, mulai sekarang mulailah bergegas untuk latihan Yoga. Menurut Studi yang dipublikasikan The Endocrine Society’s Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (JCEM) menyebutkan, bahwa orang yang melakukan yoga memiliki heart rate variability (HRV) atau detak jantung sehat lebih tinggi dibanding yang tidak melakukannya. Pada orang yang sehat HRVnya tinggi, sebaliknya ketidaknormalan jantung mengarah pada rendahnya HRV.

Ramesh Kumar Sunkarta dari Departemen Teknik Elektro, Institut Teknologi India mengevaluasikan bahwa dua kelompok laki – laki, 42 orang melalukan yoga dan 42 orang tidak. Mereka berusia antara 18 hingga 48 tahun. Tim menganalisa “spectra” HRV melalui electrocardiogram (ECG). Hasilnya, mereka yang melakukan yoga memiliki HRV tinggi dan ini dapat memperbaiki kesehatan jantung.
Tim menyimpulkan bahwa pada studi pendahuluan dari 84 relawan ini, ada penguatan dari saraf parasympathetic pada subyek yang secara rutin melakukan kegiatan yoga ini. Faktanya, latihan yoga bisa memperbaiki kesehatan dari awal hingga akhir, latihan pernapasan, penguatan, sikap tubuh, rileksasi, dan mediasi.

Makan Cepat & Obesitas

Kehidupan yang menuntut serba cepat dan praktis, bisa jadi membuat cara makan kita pu jadi tidak teratur dan mungkin juga terbawa cepat. Namun faktanya, makan cepat ini berdampak buruk karena adapat menyebabkan obesitas.
Menurut studi yang dipimpin Alexander Kikkinos, MD, Phd dari General Hospital di Athena, Yunani menyebutkan makan cepat dibandingkan dengan yang lambat, membatasi pelepasan hormon dalam usus yang menyebabkan perasaan kenyang. Penurunan pelepasan hormone ini mengarah pada terlalu banyak makan.
Studi yang dipublikasikan The Endocrine Society’s Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (JCEM) menyebutkan : Beberapa tahun lalu, penelitian berkenaan dengan hormone usus, seperti peptide YY (PYY) dan glucagon like peptide (GLP-1), menyebutkan pelepasan mereka setelah makan menyebabkan kekenyangan dan penghentian makanan.
Pada studi ini, subyek mengkonsumsi makanan tes yang sama, 300ml es krim, dengan tingkat kecepatan yang berbeda. Peneliti mengambil contoh darah untuk mengukur glukosa, insulin, lemak plasma dan hormone usus sebelum dan 30 menit setelah makan. Hingga akhir sesi, 210 menit kemudian. Peneliti menemukan bahwa subyek yang menghabiskan es krim dalam waktu 30 menit memiliki kadar PYY dan GLP-1 lebih tinggi dan juga cenderung memiliki tingkat kenyang yang lebih tinggi.
 

About Me

Photo Flipbook Slideshow Maker

Im just no longer entirely mine... then I just can sing out: I believe You're my Healer I believe You are all I need You hold my world in Your hands I believe You're my portion I believe You're more than enough for me.. You're all I need.

Followers

By The Way Blog this!

Apa yang tertulis di Blog ini adalah mengenai info - info seputar masalah kesehatan dan gaya hidup sehat,, Setiap pembaca bebas menanggapi atau sekedar ikut menikmati atau mau berbagi pengetahuan atau kisah seputar kesehatan... tentulah boleh ! It's a Smart Ways to live well Rakyat Sehat,, Bangsa Kuat !! Sebab Sehat itu Mahal !!

Think Smart to live well Copyright © 2009 Community is Designed by HOME